Berita Berita Paroki

Mengenal Lima Bahasa Cinta

Dalam perjalanan hidup berkeluarga, terkadang ada hal-hal yang ternyata menyinggung atau menyakiti pasangan dan mengakibatkan “tangki cinta” di dalam diri kita maupun pasangan berkurang. Jika “tangki cinta” tersebut habis, tentunya dapat mengganggu keharmonisan rumah tangga.

Pertanyaannya, bagaimana supaya “tangki cinta” selalu terisi? Tips-tips tersebut dijawab oleh sharing pengalaman dari pasangan suami istri Bapak Irwan dan Ibu Cicil, serta Bapak Jefry dan Ibu Fonny melalui Talk Show “5 Bahasa Cinta”. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu, 1 Februari 2020 di Gedung Yos Sudarso Lt. 2, Gereja Santa Anna, Paroki Duren Sawit – Jakarta Timur.

Foto: Budy Wijaya

Kedua pasangan tersebut membuka acara Talk Show dengan bercerita pengalaman jatuh bangun membangun hidup berkeluarga mereka. Mereka pun menyampaikan penjelasan bahasa cinta berdasarkan buku Five Love Language oleh Dr. Gary Chapman.

Bahasa cinta adalah cara orang mengekspresikan perasaan cintanya pada orang lain, dan bila cara tersebut dilakukan oleh pasangannya, maka akan membuatnya merasa dicintai. Tetapi sebelum mengaplikasikannya dalam sebuah relasi atau hubungan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengenal diri sendiri.

Secara ringkas, bahasa cinta menurut Dr. Gary Chapman yang disampaikan oleh narasumber Talk Show tersebut adalah :

1. Kata-kata yang Positif (Words of Affirmation)

Kata-kata pujian, kalimat-kalimat yang membangun, ucapan terima kasih dan kata-kata sayang dapat membuat kita maupun pasangan merasa sangat dicintai. Tentunya hari-hari kita akan menjadi sangat indah jika diawali dengan sapaan dan kata-kata penyemangat dari orang terdekat kita, yang tak lain adalah pasangan kita sendiri.

 2. Waktu yang Berkualitas (Quality Time)

Tidak perlu makan di restoran mewah, atau menginap di hotel mahal. Tapi menghabiskan waktu seperti menikmati waktu-waktu sepulang kerja bersama pasangan, atau bermain game bersama pasangan bisa menjadi saat-saat yang sangat berkualitas bagi relasi kita dan pasangan. Tanpa disadari, kegiatan tersebut sesungguhnya dapat menambah kadar kecintaan kita kepada pasangan, begitu pun sebaliknya.

Foto: Budy Wijaya

3. Hadiah (Receiving Gifts)

Apakah kita pernah memberi oleh-oleh kepada pasangan sepulang kerja? Atau pasangan kita pernah memberi hadiah kecil meskipun bukan hari ulang tahun kita? Hadiah, besar atau kecil, murah atau mahal, tetapi ketika kita menerimanya dari pasangan kita, tentu hal tersebut menjadi sesuatu yang berharga. Begitu pula pasangan kita. Dan apalagi yang akan dirasakan selain bahagia?

4. Tindakan (Acts of Service)

Tindakan-tindakan kecil seperti membukakan pintu, membawakan belanjaan, membantu menyuci piring atau memijat bahu adalah salah satu cara untuk mengungkapkan rasa cinta kita terhadap pasangan, pun sebaliknya. Hal-hal tersebut dapat menambah perasaan dicintai, dan bukankah kita bahagia bila pasangan ktia merasa bahagia?

5. Physical Touch

Foto: Budy Wijaya

Sentuhan fisik. Sentuhan fisik dalam hal ini tidak melulu masalah seks. Sentuhan fisik mencakup bergandengan tangan, kecupan, dan pelukan hangat. Contoh paling mudah untuk menentukan apakah Anda berbahasa cinta kategori physical touch adalah ketika Anda menghibur. Ketika teman Anda sedang sedih, apa yang Anda lakukan? Jika secara otomatis Anda memeluknya, menyentuh tangannya, atau menepuk punggungnya, maka salah satu bahasa cinta anda adalah physical touch.

Setiap orang pasti mengenali kelima bahasa cinta tersebut. Namun, setiap orang memiliki bahasa cintanya masing-masing. Pilihan bahasa cinta itulah yang akan mengisi ‘tangki cinta”. Jadi kuncinya adalah kenali bahasa cinta kita agar hubungan dengan pasangan kita semakin harmonis.