Berita Berita Paroki

Seluk Beluk Virus Corona

Virus Corona ( COVID-19) akhir akhir ini sedang marak di dunia dan Indonesia pada khususnya.

Hingga saat ini Virus Corona belum ada obatnya, satu satu-nya obat adalah kekebalan tubuh kita sendiri dan pola hidup sehat.

Bertempat di Aula Sekolah Strada Komplek Duren Sawit, Minggu (08/03/20) Sie Kesehatan Bidang Pelayanan St. Anna mengadakan seminar mengenai “Seluk Beluk Virus Corona ( COVID-19 )” bagi umat di Paroki Duren Sawit. Acara ini dihadiri oleh sekitar 80-an umat dan juga dihadiri oleh Romo FX. Widyatmaka, SJ.

Nara sumber yang diundang yaitu dr. V Dwi Jani Juliawati, M.Pd dan dr. Lenni yang memang merupakan dokter yang sudah lama aktif melayani umat St. Anna di balai kesehatan St. Anna, selain itu juga mereka sehari hari aktif bekerja di rumah sakit.

dr Lenny sebagai narasumber (foto/ KOMSOS/ Ari Natanael)

Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa negara, termasuk Indonesia.

Gejala-Gejala Terinfeksi COVID-19

Infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti hidung berair dan meler, sakit kepala, batuk, nyeri tenggorokan, dan demam; atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada.

Namun, secara umum ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu demam, batuk dan sesak napas.

Gejala ini akan muncul setelah 2 s/d 14 hari setelah orang tersebut terpapar Virus Corona, yaitu masa inkubasi Virus Corona. Artinya selama masa itu ( 2 s/d 14 hari ) maka gejala tersebut tidak begitu kelihatan jelas.

Juga sebagai informasi bahwa penyakit Virus Corona tidak ditanggung oleh BPJS, tetapi jika seseorang positif terkena Virus Corona dan kemudian dirawat maka biayanya ditanggung oleh Kemenkes ( Pemerintah ).

Jika seseorang positif Virus Corona lalu kemudian dirawat, maka rumah sakit saat ini hanya memberikan pengobatan sesuai gejala, misalnya jika pasien tersebut demam maka diberikan obat penurun demam dan sebagainya sampai pasien tersebut sembuh dengan sendirinya karena kekebalan tubuhnya pulih kembali. Pasien yang meninggal biasanya karena usianya sudah lanjut serta komplikasi dengan penyakit yang lain atau sudah terlalu parah ketika masuk ke rumah sakit. Oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk sadar gejala gejala yang ditimbulkan dari virus Corona tersebut.

Pencegahan.

Cara mencegah Virus Corona ada beberapa point agar gampang kita ingat,  disingkat W U H A N, yaitu :

  • Wash Hands ( mencuci tangan dengan bersih dengan sabun dan air mengalir, sehabis beraktifitas, ketika mau makan, dan sebagainya )
  • Use Mask properly ( gunakan masker dengan tepat ( sampai dagu ), karena partikel dari virus sendiri cukup kecil, jadi masker bisa mencegah tapi tidak mutlak aman )
  • Have temperature checked regulary ( cek temperatur tubuh secara berkala, deman yang disebabkan oleh virus corona yaitu di atas 37 derajat )
  • Avoid large crowds ( hindari untuk sementara tempat tempat yang ramai untuk sementara, karena disinilah kemungkinan Virus Corona lebih mudah menyebar, jika memang tidak dibutuhkan sekali )
  • Never touch your face with unclean hands ( hindari menyentuh atau mengusap muka dengan tangan kotor, karena mata, hidung dan mulut merupakan jalur virus Corona dan virus pada umumnya untuk masuk ke tubuh kita )

(KOMSOS/ Budy Wijaya)